#NulisRandom2017 Day 5: A Little, Closer Look to Quran

#NulisRandom2017

Day 5

Sebetulnya sudah ingin menulis dan berbagi pengetahuan ini sejak beberapa hari yang lalu, tapi memutuskan untuk menyimpan bahan ini kalau-kalau kehabisan ide menulis.

Beberapa hari yang lalu mulai baca Al-Quran dari awal lagi. Ketika sampai surat An-Nisa, gue merasa tergugah karena perempuan memiliki bab tersendiri dalam Al-Quran. Betapa perempuan memiliki peran tersendiri dan terhormat hingga menjadi salah satu surat dalam kitab ini. Tapi, kita tidak akan membahas hal tersebut di postingan ini. Let’s save it for later.

Yang akan gue bahas kali ini adalah hal lain yang mungkin jarang diobrolin oleh siapapun.

Pernahkah kalian bertanya-tanya, siapa yang menetapkan nama-nama surat di Al-Quran? Allah SWT sendiri? Atau Nabi Muhammad SAW? Atau Utsman Bin Affan, yang membukukan Al-Quran pertama kali? Atau siapa? Selama gue belajar PAI dari SD sampai kuliah semester 2, tak ada 1 guru pun yang pernah menyinggung hal ini. Kita hanya diberi pengetahuan umum soal jumlah surat, juz, dan ayat dalam Al-Quran. Dan gue juga heran kenapa gue baru terpikir pertanyaan ini sekarang ya?

Beruntungnya gue hidup di zaman yang memudahkan manusia untuk mencari informasi tentang APAPUN. Gue tidak bisa membayangkan jika gue hidup di tahun 70-an, tiba-tiba kepikiran hal seperti ini malam-malam dan tidak ada orang yang bisa gue tanyai saat itu juga… Yang ada gue tidak akan bisa tidur semalaman karena penasaran.

Gue pun browsing dan menemukan jawabannya yeeey.

Ini dia linknya https://lightofthefurqan.wordpress.com/2016/01/10/ayatollah-javadi-naming-the-chapters-of-the-quran/

Intinya, para ulama berpendapat kalau bab dalam Al-Quran bukan dinamai oleh Allah SWT. Ada beberapa ulama yang mengatakan kalau surah di Al-Quran dinamai oleh Nabi Muhammad SAW. Namun ada juga yang berpendapat bahwa nama-nama surat ditentukan oleh orang-orang lain setelah Nabi wafat. Untuk pembahasan selengkapnya bisa buka tautan di atas yaa. Wallahu a’lam bissawab.

Setelah baca artikel tersebut, gue merasa sangat bodoh karena selama ini melewatkan hal penting seperti di atas. Gue merasa tidak mengenal kitab suci gue sendiri. This made me realize how I do not know anything about my religion. It makes me want to learn more.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s