#NulisRandom2017 Day 2: It’s A Bad Day, Not A Bad Life

#NulisRandom2017

Day 2

Sudahkah kamu merasakan hari terburuk dalam hidupmu?

Dua Juni pukul 13.44 waktu setempat, aku menyadari bahwa aku tidak akan melewatkan sisa hari ini dengan hal-hal yang lebih memalukan lagi.

Aku mengawali hari ini dengan bangun pukul 03.06 waktu setempat. Padahal waktu Subuh adalah 03.04. Oke. Aku melewatkan sahur dua hari berturut-turut.

Aku kembali bangun pukul 07.16 dengan berat hati. Berangkat pukul 07.30 tepat. Rencana untuk berjalan santai menuju tempat kerja pun gagal karena tiga menit kemudian aku menyadari kalau kunci lokerku ketinggalan.

Aku pun kembali ke asrama dan mencari-cari kunci dengan gantungan lambang Hogwarts.

Tidak ketemu. Sial. Sudah pukul 07.38.

Aku tidak boleh telat dan memutuskan untuk berangkat begitu saja. Aku pun menyiapkan alasan untuk kulaporkan pada atasanku.

Pukul 07.43. Aku yakin aku tidak akan sampai tepat waktu jika aku berjalan seperti biasa. Itu berarti aku harus berlari dengan risiko kekurangan cairan tubuh setelahnya.

Definisi beruntung adalah, bus yang melewati tempatku bekerja lewat saat itu juga. Aku langsung mengecek isi dompet. Aku benar-benar tak memerlukan masalah lain hanya karena tak memiliki uang.

Pukul 07.51. Aku turun di halte bus terdekat dan setengah berlari. Dengan naifnya aku berharap kalau kunciku masih tertinggal menggantung di loker. Dan memang tidak ada. Ini berarti satu hal: aku harus melaporkannya pada atasanku.

Ini sudah ketiga kalinya aku bermasalah dengan “Kunci Loker”. Pada dua kejadian sebelumnya, aku dipinjamkan kunci utama dan pihak kantor sudah memberi saran untuk membuat kunci cadangan sendiri. Saran yang aku abaikan. Dan aku sesali.

Aku terpaksa menunggu karena pegawai kantor baru akan datang pukul 08.30. Padahal seharusnya jam kerjaku dimulai pukul 8 tepat. Aku merasa bersalah pada atasanku.

Tiga puluh menit kemudian, atasanku memberikan kunci utama loker dan kembali menyampaikan pesan untuk membuat kunci cadangan dari kunci tersebut. Aku meminta maaf karena sudah sangat merepotkan.

Aku menggesek kartu pegawaiku di mesin presensi sambil mengutuk diri sendiri. Aku ingat betul jamnya menunjukkan waktu 08.38.

Pekerjaan terbilang lancar. Sampai waktunya untuk pulang.

Aku tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi, tapi kartu pegawaiku hilang. Hi-lang. Aku meraba-raba seluruh kantong yang ada di pakaian yang aku kenakan. Tidak ada.

Aku pun mengganti baju dan kembali ke tempat kerja untuk mengecek apakah aku meninggalkannya di sana.

Tidak ada.

Tidak.

Ada.

Aku tidak tahu ada apa dengan hari ini. Aku bertanya-tanya dosa apa saja yang telah kuperbuat akhir-akhir ini.

Atau aku hanya kurang konsentrasi.

Sisanya, aku berhasil melalui hari ini dengan aman.

Cheers. It’s a bad day. Not a bad life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s