Bunga dan Cinta: A Story of Persephone and Hades

persephone_full2Persephone senang berada di alam bebas. Ia senang berada dalam lindungan pepohonan rimbun dan menyapa bunga-bunga liar yang tumbuh di sana. Sebagai anak dari dewi pelindung vegetasi, ia tentu terbiasa hidup dengan dikelilingi tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. Saat itu ia sedang melakukan ritual sorenya; memetik bunga sambil berkeliling lembah bersama para temannya, Nereid dan Naiad.

“Persephone, jangan pergi terlalu jauh dari sungai, kami tidak akan bisa mengikutimu,” kata seorang Naiad. Saat itu, Demeter, ibu Persephone, memang tidak bisa menemani mereka jalan-jalan karena sedang memantau hasil panen di negeri sebelah. Sang ibu meminta para Naiad dan Nereid menjaga anak perempuan kesayangannya, mengingat kabar kecantikan Persephone, yang konon katanya menyaingi Aphrodite, telah sampai ke telinga para penduduk Olympus.

“Iya, aku tidak akan jauh-jauh,” jawab gadis jelita itu. Ia sedang menikmati harum lembabnya tanah karena hujan, yang terbawa angin dari utara, ketika matanya menangkap kilasan warna sekuntum bunga yang sangat cantik di bawah sebuah pohon yang rindang.

“Persephone! Jangan terlalu jauh!” Seorang Nereid mengingatkannya ketika Persephone mulai berjalan menjauh dari sungai.

“Halo, cantik. Bagaimana kau bisa tumbuh di sini?” Tanya Persephone yang mengabaikan panggilan temannya kepada bunga tersebut. Ia mengamati bunga tersebut dan memetik satu-dua tangkai.

Saat itu, ia tidak menyadari, bahwa ada sepasang mata yang mengamati dirinya dari perbatasan Dunia Bawah.

Hades sedang berpatroli memeriksa perbatasan, memastikan apakah batas dunia manusia dan Dunia Bawah benar telah menipis seperti rumor yang beredar. Zeus telah mengirimkan utusannya, meminta Hades sendiri yang melakukan tugas ini. Malas meladeni tingkah kakaknya jika ia tidak melaksanakan apa yang diperintahkan, Hades pun memanggil kuda kesayangannya beserta kereta emas kebanggaan dunia bawah. Toh, ia juga perlu meregangkan otot-ototnya setelah beberapa tahun mengurusi arwah-arwah manusia yang menuntut keadilan di bawah sana.

Ia sedang melintasi satu perbatasan ketika ia melihat Persephone sedang memetik bunga sendirian. Ia segera menghentikan kereta kudanya dan menatap wajah gadis tersebut. Keanggunan dan kecantikan Persephone memukau penguasa Dunia Bawah itu. Hades memperhatikan bagaimana wajahnya berubah kemerahan tertimpa sinar matahari sore, bagaimana ia perlahan memetik bunga dengan hati-hati, bagaimana gadis itu menahan rambut pirangnya yang tertiup hembusan angin kencang…

Saat ini, Hades seperti seorang yang baru pertama kali melihat matahari setelah hujan badai. Seperti seorang yang akhirnya menapaki kaki di rumah setelah lama bepergian. Seperti seorang yang telah menemukan air di padang gurun yang gersang.

Cupid telah melepaskan panahnya pada Hades.

Dan membuat Hades jatuh cinta pada Persephone pada pandangan pertama.

One thought on “Bunga dan Cinta: A Story of Persephone and Hades

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s